Senin, 19 Februari 2018

Puisi patah. Hati

Peti hati 
Oleh : Uw senjapekat

Aku tak tau harus memulai darimana.
Sebuah ungkapan yang entah sejak kapan hadir.
Hati ini begitu penuh tentangmu.
Yang mengisi ruang hati sejak pekan terakhir ini.

Namun semakin ku rasa semakin bertambah.
Jika diketahui rasa ini berbeda dari yang lain.
Entahlah aku betah dengan rasa ini.
Ruang yang teramat sesak, jika menyebut namamu saja.

Kiniku tahu mencintaimu sesulit ini.
Betapa perih berharap.
Betapa lama aku merindu.
Semakinku coba semakin aku nyaman tentang keadaan ini.

Jika tahu dari awal aku tak akan mau mendekat.
Kau memberi batas seakan tak ada ruang untukku.
Aku sadar tak mungkinku bisa bersamamu,
Karena yang ku tahu kau tak mau mencoba.

Setelah semua ini,
Apakah masih ada pertemuan?
Berkali-kali ku ingin berpaling,
Namun kau kadang kasih harapan semu.
Tapi itu cukup membuatku makin mencintai.

Biarku simpan kisah cinta ini dalam sebuah peti kecil.
Lewat tulisan bait demi bait.
Dan biar hanya aku yang tahu.
Cukup agar kau cari bahagiamu saja.

Sajak rindu

Iya, harapanku terlalu tinggi.
Anganku tentangmu terlalu membekas.
Dalam sujud aku selalu terisak karnamu.
Tapi kini aku mulai takut mencoba.
Andai kau dapat kudekap sepenuhnya.
Jemari ini membual tanpa jeda.
Hati ini meluap tak tentu.
langkah ini gusar berderai.
bahkan bintang enggan menyapa.
Senja pun mulai menjauh dariku.
Apa karena aku begitu tak penting?
Apa aku terlalu buruk bagimu?
Apa tuhan membenciku?
Aku hanya ini derai deritaku terbayar itu saja.
Yang tak tahu kpn mimpi ini hilang.
Jadi aku mohon padamu.
Datanglah, genggam tanganku.
Berjalanlah bersamaku.
Tuntunlah aku menjadi sosok terbaik bagimu.
Maka pilihanmu hanya aku itu saja.

Oleh: uw senjapekat

Puisi rindu

Ratapan malam minggu
Oleh : Uw senjapekat

Sudah kuduga selalu sama.
Hingga larut kucoba menapis angan.
Ternyata malam ini seperti malam yang lain.
Sudah lewat berminggu-minggu.

Hingga rindu ini seolah berteriak menyeruak.
Hingga kesunyian ini meraup ratap.
Wajah kalut berduka dalam tangis.
Hingga sembab membengkah merah pasih.

Aku hargai inginmu.
Namun inginku dekap aku pada malam ini.
Meski tak harus pergi.
Cukup malam ini saja agar aku tak merasa sepi.

Tangerang, 19 februari 2018

Puisi cinta

Selembaran kisah lama
Oleh: Uw senjapekat

Aku tau kau tak harus bahagia denganku.
Meski harus aku yang mundur tak apa.
kau terlalu banyak membual kata cinta.
Lebih baik kau pergi dengan harapan baru.

Aku senang jika kau menemukan sosok baru.
Seorang cahaya dalam hidup dan mimpi.
Yang mungkin lebih mampu berjuang.
Tanpa takut akan rasa sakit yang meratap hati.

Indah bukan, aku tersenyum dalam bayang.
Namun terasa nyeri tertusuk, rasa kumati sudah.
Langkah raga merapuh seperti tanaman tanpa air.
Namun aku tak ingin kau kasihan padaku.

Cinta ini lebur tak bertulang.
Dan biarkan hingga waktu merasa iba padaku.
Hingga datang malaikat yang mendekap.
Yang rela menerima segala sampah ini.

Suratan kisah kita sudah berhenti.
Tidak ada lagi harapan atau perjuangan.
Tak perlu lagi ada resah memekik dada.
Hingga peluh keringan bercucuran karena hasrat.

Selasa, 13 Februari 2018

Puisi perjuangan

Bergerak atau mati
Oleh Uw senjapekat


Melawan untuk dapatkan keadilan.
Meraung raung tak kalah lincah.
Gusar pikiran dan raga.
Sesaat mereka putus asa,
Namun seperti ada harapan.

Sungguh mereka butuh hukum,
Mereka diperlakukan tak semestinya.
Tanpa belas kasih,
Tanpa ampun sekaligus.

Setidaknya mereka punya kalian.
Yang mampu diandalkan.
Namun disaat mereka percaya.
Kalian mempermainkan.

Hingga mereka membabi buta,
Kecewa tak menyangka.
Sudah tidak sudi memberi maaf,
Sudah tidak ada lagi kesempatan.

Jumat, 10 November 2017

Quotes

Membekas tak terlihat
Luka yang kau beri.
Mampukah ku lupakan kenangan itu
Yang sudah melekat di hati ini.

Sajak rindu

Rindu yang tak berujung
Oleh Uw senjapekat


Dimulai dari jalan dan terjatuh.
Dimulai dengan senyum dan menangis.
Terluka bahagia tercampur jadi satu.

Bahkan air mata menetes setiap malam.
Jauh disana terbayang akan cerita yg tak berujung tentang goresan hati.

Takut akan gelap, takut akan sepi, takut akan sunyi.
Semua kalut tuk dirasa.
bahkan yang datang enggan tuk berdiam sejenak.
Rintih demi rintih suara menggelegar dg kerasnya.
Hujan pun tk mau terlalu lama jatuh.

Ini kah yang kau inginkan?
Mampu kah hujan kembali datang saat itu lagi?
Akankah damai itu tersenyum lebar bersama datangnya canda tawamu?

Ini goresan hati terdalam yang tak luput akan langkah yg gontai, perjuangan yg tak berujung, dan akhir yg selalu bahagia hanyalah semu belakang.



Puisi patah. Hati

Peti hati  Oleh : Uw senjapekat Aku tak tau harus memulai darimana. Sebuah ungkapan yang entah sejak kapan hadir. Hati ini begitu pen...