Senin, 19 Februari 2018

Sajak rindu

Iya, harapanku terlalu tinggi.
Anganku tentangmu terlalu membekas.
Dalam sujud aku selalu terisak karnamu.
Tapi kini aku mulai takut mencoba.
Andai kau dapat kudekap sepenuhnya.
Jemari ini membual tanpa jeda.
Hati ini meluap tak tentu.
langkah ini gusar berderai.
bahkan bintang enggan menyapa.
Senja pun mulai menjauh dariku.
Apa karena aku begitu tak penting?
Apa aku terlalu buruk bagimu?
Apa tuhan membenciku?
Aku hanya ini derai deritaku terbayar itu saja.
Yang tak tahu kpn mimpi ini hilang.
Jadi aku mohon padamu.
Datanglah, genggam tanganku.
Berjalanlah bersamaku.
Tuntunlah aku menjadi sosok terbaik bagimu.
Maka pilihanmu hanya aku itu saja.

Oleh: uw senjapekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi patah. Hati

Peti hati  Oleh : Uw senjapekat Aku tak tau harus memulai darimana. Sebuah ungkapan yang entah sejak kapan hadir. Hati ini begitu pen...